Home Daerah Suhu Capai 35 Derajat Celcius, BMKG Bali Sebut Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

Suhu Capai 35 Derajat Celcius, BMKG Bali Sebut Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

21
0
SHARE
Suhu Capai 35 Derajat Celcius, BMKG Bali Sebut Tertinggi dalam 30 Tahun Terakhir

Keterangan Gambar : Pantai Kuta.

Detikone.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mencatat uhu panas mencapai 35 derajat celcius di Provinsi Bali. Angka tersebut paling tinggi dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

"Ini kan musim kemarau dan saat ini masih musim transisi. Kemudian dalam kondisi saat ini suhu (panas) juga cukup meningkat. Tercatat di bulan Oktober ini saja suhu mencapai 35 derajat tertinggi di Bali," kata Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, saat dihubungi, Rabu (23/10) sore.

"Kalau kita bandingkan dengan rata-rata 30 tahun (lalu) itu sekitar 34,9 (derajat Celcius). Tapi ini belum ekstrem jadi kalau dikatakan ekstrem itu ketika suhunya lebih dari 35 (derajat Celcius)," imbuh Iman.

Iman menjelaskan, kondisi itu terjadi suhu panas karena posisi matahari ada di sisi selatan, sekitar Jawa, Bali, NTT dan NTB. "Posisi saat ini memang matahari ada di selatan. Intensitas cahaya (atau) matahari lebih kuat, saya kira basic panas lebih banyak dan mencapai permukaan bumi," jelasnya.

Ia menambahkan, faktor lainnya menyebab suhu panas meningkat karena kondisi perawanan. Misalnya, sinar matahari tidak terhalang oleh awan dan sinar itu langsung mencapai permukaan bumi dan tidak ter-filter oleh awan yang mengakibatkan suhu panas akan lebih tinggi.

"Saat ini dari massa udara yang ada, tidak terjadi pembentukan awan. Sehingga panasnya meningkat dan hal ini juga akan menambah kekeringan terjadi dan ditambah dengan suhu meningkat akan menambah dampak kekeringan sendiri," ungkapnya.

Iman memperkirakan musim kemarau ini akan terjadi dua bulan lebih dan tidak ada hujan sama sekali.

"Apalagi waktu itu, kita perkirakan musim kemarau (lebih panjang). Kita sudah memperingatkan bahwa lebih dua bulan. Bahkan tidak ada hujan sama sekali hari tanpa hujan disebutnya. Ada beberapa daerah (di Bali) yang sudah mengalami lebih dari 30 hari tidak mengalami hujan. Otomatis tidak ada suplai air ini yang menambah faktor kekeringan itu sendiri," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, untuk prediksi suhu panas di Bali akan berlangsung selama sepekan ini dan wilayah yang suhunya paling panas adalah Denpasar.

"Yang paling tinggi di Sanglah (Denpasar). Kalau di Kuta itu masih 34 (derajat celcius). Kalau dari perkiraan kami sampai sepekan ke depan tapi tidak selalu bertambah semakin panas. Jadi ada fluktuasi tergantung kondisi atmosfernya. Misalkan, terjadi penguapan lebih banyak sehingga ada perawanan, maka suhu akan turun. Ketika dia cerah lagi dia akan naik lagi," ujarnya.

Selain itu, Iman juga menjelaskan bahwa untuk prediksi turunnya hujan di Pulau Bali, adalah di bulan November dan Desember.

"Kami perkirakan di bulan November sampai Desember. Karena di kita ada 15 zona musim sebagai besar itu di bulan November sisanya di bulan Desember. Kita mengalami keterlambatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi sebagai di wilayah Indonesia yang lain di bagian utara seperti Aceh, Sumatera Utara, itu mereka sudah memasuki musim hujan," ujarnya.

"Imbauan kami pada masyarakat untuk melindungi tubuh kita dari teriknya panas. Misalkan memakai payung di area terbuka dan minum air agar tidak dehidrasi dan (suhu panas) ini berpotensi menimbulkan kebakaran (lahan kering). Jadi harus waspada," tutup Iman.  

Sumb: Merdeka