Home Daerah Revitalisasi Alun-alun Pati Wujud Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Revitalisasi Alun-alun Pati Wujud Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

26
0
SHARE
Revitalisasi Alun-alun Pati Wujud Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Keterangan Gambar : Suasana Peresmian Alun-alun Pati belum lama ini.

detikOne.com - Jawa Tengah - Pemerintah Kabupaten Pati (pemkab) Pati realisasikan UU 26 tahun 2007. Dimana wilayah perkotaan dindaerah ada 20%-30% ruang terbuka hijau. Hal ini diwujudkan dengan revitalisasi Alun-alun Pati yang telah selesai dan diresmikan pada Sabtu (30/11).

Kepada awak media, Bupati Pati Haryanto mengatakan, refitalisasi Alun-alun Pati ini adalah tuntutan sebagaimana UU 26 tahun 2007.  Pemkab berupaya untuk menyiapkan ini, sekalipun sudah ada beberapa ruang terbuka hijau.
"Kita bangun dengan baik untuk kepentingan masyarakat," imbuhnya setelah acara peresmian Alun-alun Pati, Sabtu (30/11).
Meski anggaran yang disediakan cukup besar, tetapi saat lelang realisasi anggaran untuk refitalisasi mencapai 8 milyar. "Karena ini dana dari rakyat, mari dirawat bersama," himbaunya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pati Suharyono juga mengatakan, peresmian Alun-alun Pati juga dibarengi dengan pemecahan rekor muri minum kopi organik bersama 15.000 orang. Tidak hanya itu, peserta juga membawa  ekobrik (sampah plastik yang ditaruh dalam botol bekas dan dipadatkan).
"Sebab ecobrigt ini nanti bisa dimanfaatkan untuk membuat batu bata sebagai bahan mendirikan banguna pos kampling yang ada di TPA," bebernya.

Nuansa Budaya Pati Pada Peresmian Alun-alun Pati

Sekda Pati Suharyono juga mengungkapkan, masyarakat yang datang pada acara ini mulai dari anak sekolah, masyarakat, karyawan BUMD, perusahaan swasta dan sebagainya. Khusus untu karyawan Pemkab Pati diharuskan memakai pakaian adat Pati.
"Jadi ini sesuatu yang fenomenal dimana minum kopi dengan memakai pakaian adat Pati. Pada peresmian ini, kita juga memunculkan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Budaya Masuk Sekolah juga turut memeriahkan," urainya.

Alun-alun Pati Harus Dirawat dan Dijaga Kebersihannya

Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) PKL lanjut Sekda Suharyono, untuk zona merah (Jl. Pemuda, Alun-alun, Jl. Pemuda, Jl. Soetomo, dan Jl. Diponegoro) harus bebas PKL. Dulu memang masih diperbolehkan jualan di Alun-alun, karena memang belum ada lahan untuk pemindahan PKL.
"Tetapi sekarang sudah ada lahan dan PKL sudah dipindahkan. Dengan ini PKL tidak boleh lagi berjualan di Alun-alun," jelasnya.

Dengan biaya refitalisasi hingga 8,8 milyar, ada berbagai fasilitas. Seperti untuk ngecas HP, Wifi, Joging Track, Rekreasi dan spot selfie. Harapannya agar masyarakat Pati bisa ikut memelihara Alun-alun Pati karena dibagung dengan uang rakyat juga.
"Maka harus dipelihara dengan cara menjaga kebersiha, apabila mau rekreasi silahkan. Asal tetap menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan taman," tandasnya.

Peresmian Alun-alun Pati juga berbarengan dengan momen HUT Korpri ke-48. Sehingga salah satu agendan HUT Korpri adalah peresmian Alun-alun Pati sekaligus pemecahan Rekor Muri minum kopi organik terbanyak bersama sekitar 15.000 orang. Ini sekaligus mengenalkan program kopi organik pada momen peresmian Alun-alun Pati bersama 15.000 orang. Sekaligus promosi, bahwa Pati tidak hanya memiliki potensi wisata saja, melainkan potensi kopi yang luar biasa. (MUN)