Home Ekonomi Pertamina Kembangkan Konservasi Biofarmaka

Pertamina Kembangkan Konservasi Biofarmaka

20
0
SHARE
Pertamina Kembangkan Konservasi Biofarmaka

Keterangan Gambar : Pertamina

Detikone.com, SEMARANG -- Sarana edukasi konservasi di kawasan Ecoedutourism Bukit Wonopotro, Desa Blumbang, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bakal semakin lengkap. Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) IV mendorong upaya konservasi biofarmaka (tanaman obat) dengan memanfaatkan kekayaan hayati yang ada di kawasan ekowisata edukasi tersebut.

Yang terbaru, PT Pertamina (Persero) MOR IV melalui Terminal BBM Boyolali menggelar pelatihan pengembangan Konservasi Biofarmaka (Tanaman obat) bagi pengelola kawasan ekwisata edukasi setempat, guna mendukung pengembangan konservasi tanaman obat tersebut. Pelatihan digelar bekerja sama dengan Kebun Raya Indrokilo Boyolali.

“Harapannya, ke depan kawasan Ecoedutourism Wonopotro memiliki sarana edukasi yang kian beragam, termasuk konservasi tanaman obat,” kata Operation Head Terminal BBM Boyolali, Mangku Hidayat Basuki, Rabu (18/9).

Ia mengatakan, pengembangan potensi konservasi biofarmaka ini, berawal dari hasil eksplorasi Tim Kebun Raya Indrokilo tahun 2018 silam, yang menemukan sedikitnya 22 jenis potensi tanaman biofarmaka di kawasan Bukit Wonopotro.

Temuan ini ditindaklanjuti oleh PT Pertamina Terminal BBM Boyolali menggandeng Tim Universitas Diponegoro (Undip) untuk menggali lebih luas dan mengoptimalkan potensi biofarmaka tersebut. Materi pelatihan disampaikan oleh praktisi dari Kebun Raya Indrokilo meliputi materi teknik eksplorasi, teknik identifikasi, teknik perawatan, dan teknik penataan tanaman Biofarmaka di taman pamer.

“Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang terdiri dari sesi materi dalam ruangan dan sesi materi luar ruangan,” jelasnya.

Mangku juga menjelaskan, kegiatan konservasi Biofarmaka merupakan salah satu program unggulan Keanekaragaman Hayati Terminal BBM Boyolali. Pengembangan Biofaramaka di Kawasan Bukit Wonopotro mulai diinisiasi sejak tahun 2018.

Karena Terminal BBM Boyolali selalu berkomitmen mendukung misi perbaikan dan pelestarian lingkungan melalui Program Keanekaragaman Hayati baik di lingkungan TBBM Boyolali maupun masyarakat luas. “Kami akan selalu berkomitmen dalam upaya- upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan, salah satunya yaitu dengan melakukan pelatihan peningkatan kemampuan SDM untuk perawatan biofarmaka ini,” lanjutnya.

Selain kegiatan konservasi Biofarmaka, terdapat kegiatan konservasi Rusa Timor dan rehabilitasi lahan kritis di kawasan Bukit Wonopotro, Desa Blumbang. Upaya rehabilitasi lahan kritis di Kawasan Bukit Wonopotro berupa kegiatan penanaman seribu pohon jati pada tahun 2014.

Sedangkan kegiatan konservasi Rusa Timor dimulai sejak tahun 2015 dengan jumlah awal dua ekor dan kini sudah menjadi sembilan ekor. “Kami berharap, ke depan, kawasan Bukit Wonopotro ini diharapkan bisa berkembang menjadi kawasan konservasi yang dapat digunakan untuk wahana edukasi, rekreasi, dan kegiatan ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Mangku.

Sumb: Republika