Home Internasional Pebisnis Palestina Boikot Forum Ekonomi Gagasan AS

Pebisnis Palestina Boikot Forum Ekonomi Gagasan AS

555
0
SHARE
Pebisnis Palestina Boikot Forum Ekonomi Gagasan AS

Keterangan Gambar : Demo Warga Palestina Ilustrasi.

Detikone.com -- Asosiasi pengusaha Palestina menolak hadir dalam konferensi ekonomi yang digagas Amerika Serikat di Bahrain pada 25-26 Juni mendatang sebagai bagian dari rencana perdamaian usulan Presiden Donald Trump.

Forum tersebut diharapkan mampu membantu pengembangan perekonomian Palestina, terutama dalam menggaet investor.

Namun, pemimpin Asosiasi Pebisnis Paltrade, Arafat Asfour, skeptis lantaran selama ini Israel membatasi mobilisasi barang dan orang untuk keluar masuk negaranya.

"Bagaimana Anda mengharapkan orang-orang untuk berinvestasi di Palestina jika mereka tak mendapatkan akses? Jika mereka tidak memiliki kontrol, tidak memiliki dasar hukum, dan iklim usaha untuk melindungi bisnis mereka?" kata Asfour.

 Dilansir Reuters, CEO perusahaan IT Safad yang berbasis di Ramallah, Ibrahim Barham, juga tak berniat hadir di forum itu.

Barham mengatakan, "Mereka (AS) berpihak ke Israel dalam sisi politik dan mereka ingin berdialog dengan kita dalam isu ekonomi. Itu bukan cara yang tepat."

Serupa dengan Asfour dan Barham, pengusaha properti pertama di Tepi barat, Rawabi, juga menolak undangan forum tersebut.

Palestina memutus kontak dengan AS setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel secara sepihak.

 Yerusalem sendiri merupakan salah satu sumber konflik Israel-Palestina selama ini. Kedua belak pihak sama-sama menganggap Yerusalem sebagai ibu kota mereka.

Meski dianggap bias, Trump berkeras mengajukan proposal damai gagasannya. Penasihat sekaligus menantunya, Jared Kushner, baru-baru ini mengatakan proposal damai itu akan dirilis Gedung Putih sekitar awal Juni, usai bulan Ramadan.

Walau belum menjelaskan secara detail, Kushner menegaskan proposal damai AS itu menggunakan pendekatan baru.


Ia bahkan mengisyaratkan bahwa proposal itu tak menyertakan solusi dua negara, solusi yang dianggap komunitas internasional selama ini sebagai jalan keluar terbaik konflik Israel-Palestina.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berulang kali menolak proposal AS tersebut yang dianggapnya "sama sekali bukan rencana perdamaian."

Jajak pendapat dan sejumlah analis juga pesimistis dengan proposal yang dinilai tak akan membawa perdamaian antara Palestina-Israel tersebut.

"Ini bukan karena warga Palestina atau para pengusahanya tidak tertarik mengembangkan perekonomian Palestina. Tentu mereka ingin. Tapi ini masalah kekhawatiran bahwa Amerika mencoba membuat Palestina memilih antara hak politik atau hak ekonomi," ucap Direktur Lembaga Survei dan Riset Kebijakan Palestina, Khalil Shikaki. CInd