Home Internasional Konflik Antar-Suku di Papua Nugini, 24 Orang Tewas Termasuk Ibu Hamil

Konflik Antar-Suku di Papua Nugini, 24 Orang Tewas Termasuk Ibu Hamil

10
0
SHARE
Konflik Antar-Suku di Papua Nugini, 24 Orang Tewas Termasuk Ibu Hamil

Keterangan Gambar : Konflik Antar-Suku di Papua Nugini

Detikone.com- Konflik antar suku meletus di wilayah dataran tinggi Provinsi Hela, Papua Nugini. Sebanyak 24 orang tewas, termasuk anak-anak dan perempuan hamil. Pejabat setempat menmperkirakan jumlah korban masih jauh lebih banyak, mengingat kekerasan brutal itu telah terjadi sejak beberapa hari.

Konflik itu disebut sebagai salah satu kekerasan antar-suku terparah di Papua Nugini selama beberapa tahun terakhir. Perdana Menteri James Marape menyebut hari saat tragedi itu terjadi menjadi salah satu hari paling menyedihkan dalam hidupnya. Demikian seperti dilansir BBC, Rabu (10/9).

Marape berjanji menangkap dan menghukum seluruh tersangka, di mana ia menuduh suku Hagui, Okiru, dan Liwi sebagai dalang konflik.

"Kalian para kriminal bersenjata, wktu kalian sudah habis," tegasnya.

Motif konfik antar-suku itu belum diketahui. Namun, rekam jejak kekerasan di kawasan dataran tinggi Hela bisa dilacak hingga lebih dari 20 tahun silam. Marape mengatakan, minimnya sumber daya manusia menjadi kendala bagi pemerintah lokal dalam memutus akar kekerasan.

"Bagaimana bisa, sebuah provinsi berpenduduk 40.000 jiwa diawasi oleh hanya kurang dari 60 orang aparat penegak hukum dan beberapa lainnya yang bertugas paruh waktu, serta hanya melakukan pengamanan 'tambal-sulam'," jelasnya.

Pejabat Provinsi Hela, William Bando mengatakan bahwa pihaknya kini telah meminta tambahan 100 orang aparat keamanan pasca-konfik. Kantor berita lokal EMTV melaporkan setidaknya dua insiden kekerasan terjadi di desa-desa kecil di distrik Tari-Pori, Provinsi Hela.

Berdasarkan laporam EMTV, pada Minggu 7 Juli, tujuh orang --empat pria dan tiga perempuan-- tewas di desa Munima. Kemudian pada Senin 8 Juli, 16 perempuan dan anak-anak dibacok hingga tewas di desa Karida. Dua perempuan itu diketahui tengah mengandung.

Seorang pejabat kesehatan di Provinsi Hela, Pills Pimua Kolo, mengunggah foto diFacebook tentang apa yang dideskripsikannya sebagai pembantaian di desa Karida. Gambar menunjukkan barisan jasad dibungkus kain dan diikat ke tiang panjang. Beberapa, kata Kolo, terlihat sudah terpotong-potong dan sulit untuk diidentifikasi secara visual.

Mengakar Sejak Lama

Provinsi di kawasan dataran tinggi Papua Nugini sangat terpencil. Masyarakat masih berbasis di sekitar tradisi suku dan banyak desa kecil tidak pernah memiliki akses jalan. Pada 2018, gempa bumi menghancurkan beberapa daerah terpencil.

Bentrokan suku adalah hal lumrah, dengan persaingan yang sering terjadi karena pemerkosaan atau pencurian, atau perselisihan tentang batas-batas wilayah. Tetapi sementara klan telah bertarung satu sama lain selama beberapa dekade atau abad, parahnya kekerasan yang terjadi saat ini menghentakkan negara itu.

Selama beberapa tahun terakhir, masuknya senjata otomatis telah membuat bentrokan bersifat lebih mematikan dan meningkatkan siklus kekerasan. Papua Nugini adalah salah satu negara termiskin di Asia dengan sekitar 40 persen populasi hidup dengan pendapatan kurang dari USD 1 sehari, menurut PBB.

Sumb: Merdeka