Home Ekonomi Jokowi Instruksikan Bank Beri Penundaan bagi Pelaku UMKM, Ini Respon BRI

Jokowi Instruksikan Bank Beri Penundaan bagi Pelaku UMKM, Ini Respon BRI

8
0
SHARE
Jokowi Instruksikan Bank Beri Penundaan bagi Pelaku UMKM, Ini Respon BRI

Keterangan Gambar : Bank BRI.  

Detikone.com - Presiden RI Joko Widodo dalam keterangan pers hari Selasa (24/03) dijelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran / relaksasi kredit usaha Usaha Mikro dan Kecil di bawah Rp10 juta. ) tahun dan penurunan bunga.

Hal ini merupakan salah satu stimulus countercyclical yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada industri perbankan agar mendukung perbankan tetap tumbuh dengan sehat di tengah pendemi Virus Corona.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengungkapkan, perusahaan mengapresiasi relaksasi ini dan telah menerbitkan kebijakan internal yang mengakomodir kebijakan di atas.

"Menindaklanjuti POJK No.11 / POJK.03 / 2020, Bank BRI memberikan kemudahan bagi para nasabah UMKM dengan plafond paling banyak seharga Rp10 juta yang berusahaanya terdampak oleh Virus Corona sesuai dengan kemampuannya dalam mengakses kredit ketepatan pembayaran angsuran. Selain itu BRI juga memberikan Mudah bagi debitur yang terdampak virus korona melalui pinjaman perbaikan suku bunga, pinjaman bunga dan / atau denda / pinjaman serta perpanjangan waktu pinjaman (penjadwalan ulang), "ujar Sunarso.

POJK ini diterbitkan sendiri oleh debitur yang mendapatkan persetujuan khusus terdiri dari kebijakan penetapan kualitas aset (khusus debitur UMKM sampai dengan plafond Rp10 juta), serta kebijakan restrukturisasi adalah debitur yang memerlukan bantuan untuk bank yang terdampak menggunakan virus langsung pada sektor ekonomi, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian dan pertambangan.

Sunarso menambahkan itu BRI harus menambahkan restrukturisasi khusus untuk debitur mikro yang usahanya menurun akibat Virus Corona.

"Khusus untuk skala usaha mikro, BRI harus merestrukturisasi sebagian besar pembayarannya, cicilan pokok pinjaman selama maksimal satu tahun. Selain itu, BRI juga telah mengatur perbaikan untuk debitur yang menikmati fasilitas Kredit Konsumer BRI, yaitu Kredit Pemilikan Properti (KPP) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), "imbuhnya.

Kelonggaran yang diperlukan lebih dari pada debitur kecil antar sektor informal, usaha mikro, pekerja berpenghasilan harian yang memiliki kebutuhan pembayaran kredit untuk menjalankan usaha produktif mereka.

Alternatif pembayaran restrukturisasi ini akan disesuaikan dengan masing-masing debitur dengan mempertimbangkan faktor perkembangan usaha serta kapasitas pembayaran.

"BRI secara aktif juga melakukan pemantauan dan memberikan pendamping langsung terhadap program restrukurisasi yang dilakukan oleh para debitur BRI sebagai perusahaan penggerak untuk menjalankan asas prudential banking dan pertumbuhan selektif," pungkas Sunarso.

Hingga akhir Desember 2019 diserahkan portofolio kredit UMKM BRI sebesar 79 persen dari total kredit BRI yang mendapat Rp907,4 Triliun atau setara dengan Rp716,8 Triliun.

Sumb: Merdeka