Home Teknologi Ilmuwan Indonesia Klaim Kembangkan Vaksin Virus Corona

Ilmuwan Indonesia Klaim Kembangkan Vaksin Virus Corona

21
0
SHARE
Ilmuwan Indonesia Klaim Kembangkan Vaksin Virus Corona

Keterangan Gambar :   Ilustrasi virus corona. 

Detikone.com -- Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengklaim telah melakukan pembahasan dengan PT Bio Farma (persero) untuk membuat vaksin virus corona atau Covid-19 yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Hubei, China.


Peneliti LBM Eijkman David Handojo Muljono mengatakan pihaknya tengah memastikan ketersediaan isolat [mengobservasi] virus corona sebelum membuat vaksin.

"Telah dilakukan pembahasan awal dengan PT Bio Farma untuk mengembangkan vaksin terhadap virus 2019-nCoV," ujar David di Kantor LBM Eijkman, Jakarta, Rabu (12/2).

David menuturkan pembuatan vaksin Covid-19 sejatinya tidak sepenuhnya bergantung dari isolat. Dia berkata pihaknya menguasai kemampuan bioinformatika untuk melakukan kajian in-silico (menggunakan komputer) untuk mengidentifikasi bagian-bagian antigenik dari Covid-19.

Dia berkata langkah itu bisa dilakukan karena tersedianya informasi genetik virus Covid-19 yang sudah tersedia di Gene-Bank.

"Jika sudah diperoleh isolat virus 2019-nCoV, kajian antigenisitas dapat dilakukan secara langsung dari partikel virus," ujarnya.

Lebih lanjut, David menyebut LBM Eijkman dan PT Bio Farma akan bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit pendidikan untuk melakukan uji coba vaksin. Pihaknya juga akan menjalin kerjasama penelitian seperti dengan Universitas Airlangga yang memiliki laboratorium Bio Safety Level 3.

Meracik Herbal Indonesia Untuk Vaksin Virus Corona

Tak hanya itu, dia menyampaikan pihaknya akan melakukan uji coba pengembangan obat herbal asli Indonesia untuk meningkatkan imunitas tubuh.


Meski tak dijelaskan secara spesifik, obat herbal seperti curcumin diharapkan bisa mencegah terinfeksinya virus, seperti virus corona.

"Kemudian SDM peneliti kami terus berkomunikasi dan pendekatan One-health dengan berbagai disiplin ilmu, terutama penanganan penyakit baru dan lama yang muncul kembali," ujar David.

Di sisi lain, David menyebut pembuatan vaksin bisa dilakukan dengan cepat karena dukungan prediksi dan bioinformatika. Akan tetapi, vaksin bisa sempurna jika data bioinformatika lengkap.

"Itu bisa kita lihat dari Gene-Bank, dari lain-lain ini berangsur-angsur jumlah yang dinaikkan (publikasikan) banyak. Nah tentunya negara-negara atau peneliti lain yang mendapatkan isolat ini akan upload semua supaya informasinya lengkap," ujarnya.

"Kalau ada di sini (Indonesia) maka kami akan sangat menganjurkan itu juga di-share atau di-upload. Kalau seandainya ketemu virus di sini," ujar David.

Adapun lama waktu pembuatan vaksin, David enggan memastikan meski lebih cepat dari beberapa tahun lalu karena ada perkembangan teknologi.


Sebab, dia kembali berkata kecepatan pembuatan vaksin tergantung dari ketersediaan kandidat vaksin hingga uji coba.

"Kalau hanya berdasarkan beberapa atau belas isolat kita memang bisa membuat vaksin. Tapi apakah itu cocok dengan belahan dunia lain," ujarnya.

"Soal produksinya itu sebetulnya tidak terlalu lama. [...] ya sekitar satu setengah tahun masuk akal," ujar David.


Sumb: CNN Indonesia