Home Daerah Geger Kemunculan Kerajaan Agung Sejagad di Purworejo

Geger Kemunculan Kerajaan Agung Sejagad di Purworejo

51
0
SHARE
Geger Kemunculan Kerajaan Agung Sejagad di Purworejo

Keterangan Gambar : kerajaan agung sejagad.

Detikone.com - Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo digegerkan dengan kemunculan 'kerajaan' baru. Kelompok ini disebut Keraton Agung Sejagad. Dalam pimpinan keraton itu diakui seseorang bernama Totok Santosa Hadiningrat dan permaisuri Dyah Gitarja.

Kerajaan itu mengklaim memiliki 425 orang pengikut. Oleh pengikutnya, Totok diundang dengan sebutan Sinuhun, sedangkan sang istri diundang Kanjeng Ratu

"Keberadaan kami menunaikan janji 500 tahun dari runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1518. Wilujengan Keraton Agung Sejagat ini adalah untuk menyambut kedatangan Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Jawa," kata Totok untuk pertanyaan di Keraton Agung Sejagad, Minggu (12/1) .

Dia mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh dunia dengan dalih untuk tatanan di dunia ini yang terbesar adalah kekaisaran dan paling rumit republik.

"Keraton Agung Sejagat memiliki alat-alat kelengkapan yang dibangun dan didirikan di Eropa, memiliki persetujuan dunia sebagai PBB (PBB). Keraton Agung Sejagat memiliki Mahkamah Internasional dan Dewan Pertahanan. Pentagon adalah Dewan Keamanan KAS, bukan milik Amerika," jelasnya .

Meresahkan Warga

Seorang warga Jumeri yang bersebelahan menyambut sejak dulu tidak ada kelompok yang mengatasnamakan kerajaan di Pogung. Ia tahu baru, jika ada yang menerima kerajaan.

"Kami sangat terganggu, karena kegiatan mereka tengah malam nyanyi-nyanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu," ungkap Jumeri.

Sudah ada dua orang warga desa yang menjadi pengikut kerajaan tersebut. Dari informasi itu sosok Totok Santosa Hadiningrat pernah melakukan modus Terlihat.

Pada tahun 2016-2017, dia membentuk organisasi bernama Jogja Development Committee (Jogja DEC) yang menjanjikan kepada anggotanya akan mendapatkan uang 100-200 dolar Amerika per bulan. Belakangan, banyak anggota Jogja DEC keluar, karena hanya mendapatkan janji kosong.

Di Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Totok juga mewajibkan anggotanya membayar uang seragam Rp 3 juta. Selain itu, setiap ada kegiatan kerajaan, setiap anggota juga ditarik iuran, dengan iming-iming kelak akan diterima, jika dana dari bank dunia cair. Disinyalir, ikut kerajaan Totok diterima dari sebagian anggota Jogja DEC yang masih setia.

Polisi Tunggu Laporan

Wakapolres Purworejo, Kompol Andis Arfan Tofani mengaku belum ada laporan masyarakat terkait dengan keraton agung sejagad di wilayahnya. Namun, jika ada warga negara yang melapor, maka tetap diterima.

"Kami menindaklanjuti sesuatu yang berdasar laporan, namun jika ada keresahan, maka kami bertindak, kamtibmas harus diutamakan," kata Andis Arfan Tofani.

Ganjar Pranowo Santai

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta peralihan Keraton Agung Sejagad di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo harus disikapi dengan baik. Menurut dia, Pemkab dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus melakukan komunikasi, dan mengusir sesuai dengan keinginannya.

"Jadi tidak perlu resah, jika perlu tidak perlu sekitar. Tapi jika sudah disimpangkan, kami harus laporkan ke pihak kepolisian lokal," kata Ganjar Pranowo saat ditemui di kantornya, Senin (13/1).

Dia membicarakan pertanyaan yang perlu dilakukan agar tidak timbul pertanyaan-pertanyaan di masyarakat yang terkait dengan pertanyaan tersebut.

"Perlu ada komunikasi dan diskusi untuk mencari klarifikasi, agar pertanyaan-pertanyaan masyarakat dapat ditemukan pertanyaan," katanya.

Sumb: Merdeka