Home Daerah Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi

Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi

46
0
SHARE
Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi

Keterangan Gambar : Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi.  

Detikone.com - Seorang pria dengan status melaporkan kasus pembunuhan, Sarpan (49) berhasil memulihkan penyiksaan di Mapolsek Percut Sei Tuan, Medan. Warga Jalan Sidomulyo, Rotan Sei, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, ini diperbaiki 5 hari dan dipukuli dalam situasi mata tertutup dan disetrum.

Sarpan baru dirilis setelah keluarga tetangganya berunjuk rasa menuntut pembebasannya.

Kasus penganiayaan ini berawal dari kasus pembunuhan terhadap Dodi Sumanto alias Dika yang terjadi di Jalan Sidomulio, Gang Gelatik, Pasar 9 Sei Rotan, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Kamis (2/7). Sarpan tukang bangunan sedangkan Dodi kernetnya. Mereka sedang merenovasi rumah tua A (24).

Saat mereka bekerja, Dika sempat mengantarkan beberapa kali semen kepada Sarpan. Setelahnya dia tak kunjung datang.

"Akhirnya Sarpan keluar dan saat dibuka Sarpan melihat Dika tergeletak berlumuran darah bahkan Sarpan juga sempat melihat seseorang menghabisi korban," kata Kepala Divisi Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak dalam keterangannya, Kamis (9/7).

Setelah menghabisi korban, kata Maswan, A ditangguhkan Sarpan jadi pria itu masuk ke sebuah ruangan dan ditutup pintunya sambil berteriak minta tolong Tidak lama kemudian ibu meminta datang, Sarpan pun keluar dan meminta pertolongan warga.

Belakangan Sarpan mendapat informasi Dika sudah berlalu dunia. Dia lemas dan tergeletak dan dibawa warga ke satu tempat. Dia kembali pulang ke rumah, sebelum kembali ke lokasi terjadi. Saat itu A telah diamankan petugas ke polisi an.

Setelah sampai di lokasi, Sarpan dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan. Di sana, dia diinterogasi. Sekitar pukul 02.00 atau pukul 03.00 WIB, Sarpan Dibawa ke TKP. Selanjutnya dia dibawa kembali ke Polsek.

Siang hari, Sarpan kembali dibahas. Saat membicarakan, setiap pembicaraan selalu disangkal pemeriksa.

"Kemudian Sarpan dikembalikan, lalu pada malam kunjungan Sarpan kembali di sebuah ruangan di mana saat itu mata Sarpan dilakban, dengan posisi jongkok lutut Sarpan menjepit sebuah kayu," jelas Maswan.

Terus Disiksa

Saat Sarpan menjawab pertanyaan orang yang memeriksanya, dia menjawab dipukul dan ditendang. Tidak hanya wajah, Sarpan juga mengatur penganiayaan pada bagian badan dan kepala.

"Sarpan juga ditangguhkan mengangkat tangan kiri, di mana setelah diangkat tangan. Sarpan terbalik dipukul beberapa kali dengan alat yang tidak diperlukan abadi," sambung Maswan.

Interogasi dan penyiksaan dihilangkan. Keesokan paginya, Sarpan kembali diinterogasi dengan keadaan mata tidak dilakban. Dia kembali melanjutkan. Namun setelah menjawab, pria ini kembali disiksa, dipukuli dan ditendang secara resmi-tubi.

"Parahnya lagi oknum ini lebih lanjut ke Sarpan jadi oknum ini mendorongrum pada bagian leher Sarpan," jelas Maswan.

Sarpanakan selama 5 hari dan perbaiki penganiayaan di masa itu. Padahal statusnya hanya sebagai saksi.

Karena Sarpan tak kunjung dipulangkan dan diinformasikan mendapat penyiksaan, warga melakukan aksi demonstrasi di depan Mapolsek Percut Sei Tuan, Senin (6/7). Setelah mendapat kabar pria itu akan dirilis, warga membubarkan diri.

Korbanjawab Kasus Penyembuhan

Sarpan memang dirilis. Dia dipulangkan hari itu juga. Atas kejadian itu, Sarpan telah membuat laporan polisi dengan bukti lapor Nomor STTP / 1643 / VII / Yan 2.5 / 2020 / SPKT Polrestabes Medan tertanggal 6 Juli 2020.

Selasa (7/7), pesta LBH Medan bertemu Sarpan. Dia memaparkan penganiayaan yang dialaminya. LBH Medan memberikan bantuan pada oknum dalam melakukan penyiksaan terhadap Sarpan. Hak Asasi Manusia.

LBH Medan dinilai telah terjadi revisi Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 3 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Cipta Manusia, Pasal 9 Deklarasi Universal Tentang Hak Asasi Manusia dan ketentuan Perkap Nomor 08 tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam pengaturan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"LBH Medan meminta agar laporan polisi yang dapat segera dilakukan pemeriksaan terhadap jajaran Polsek Percut Sei Tuan yang terlibat dalam penyiksaan Sarpan demi terciptanya penegakan hukum yang adil dan berkepastian, "tegas Maswan.

Sementara Kabid Penmas Bidang Humas Polda Sumut AKBP Nainggolan mengatakan polisi sedang melakukan kasus tersebut. "Kasusnya sedang diselidiki Propam Polda. Jika nanti terbukti akan ada hukuman yang diberikan," tutupnya.  Sumb: Merd