Home Daerah Desember 122 Desa di Pati Ikut Pilkades Serentak

Desember 122 Desa di Pati Ikut Pilkades Serentak

35
0
SHARE
Desember 122 Desa di Pati Ikut Pilkades Serentak

Keterangan Gambar : Sosialisasi Persiapan Pilkades dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Saerah (NPHD) Pilkades Serentak Gelombang III bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (10/09). (Dok. Humas Pemkab Pati)

detikOne.com - Jawa Tengah - 122 desa dari 21 kecamatan di Pati ikuti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Desember 2019. Rencananya, pesta demokrasi lokal itu akan dilangsungkan pada pertengahan Desember mendatang. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, Selasa (10/09). Saat Sosialisasi Persiapan Pilkades dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Saerah (NPHD) Pilkades Serentak Gelombang III bertempat di Pendopo Kabupaten Pati.
"Terkait penganggaran, kita berkaca pada pengalaman pilkades tahun 2018 kemarin, panitia menganggarkan di luar dari Perbub, sehingga dapat memicu permasalahan. Total anggaran yakni, Rp 7.003.215.000. Dengan perincian jumlah penduduk di masing-masing desa dikalikan lima belas ribu rupiah," jelas Teguh.

Sementara itu Bupati Pati Haryanto dalam arahannya mengatakan dalam pilkades-pilkades serentak ini, tahapan demi tahapan harus benar-benar dilalui dan jangan sampai terlewat.
"Tahapan pilkades itu harus runtut. Apabila tidak runtut, nanti yang repot kan malah kepala desa terpilih. Sebab, nanti bisa dianggap cacat dan rawan terhadap Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN," tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Bupati, apabila panitia penyelenggara menyimpang dari ketentuan perundang-undangan yang ada, tentu akan merepotkan bagi pihaknya. Untuk Perda pilkades, telah di revisi dan tinggal menunggu Perbup pada tanggal 16 September sekaligus akan diundang pihak-pihak terkait guna mendapat penjelasan secara teknis.
"Sesuai pertimbangan, pilkades serentak itu akan dilangsungkan pada pertengahan Desember mendatang. Tepatnya tanggal 21 Desember 2019, Sabtu kliwon, Minggu legi. Insya Allah itu tanggal yang baik," ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa, penyelenggaraan pilkades serentak gelombang 3 ini, harus menimba ilmu dari pilkades di tahun 2018. Agar dapat mengantisipasi dan menghindari segala persoalan yang ada.
"Semoga aman, kondusif, lancar, aman tidak ada halangan apapun. Ikut pilkades serentak itu jangan berpikir dan membayangkan apabila jadi atau terpilih dulu, sebab rata-rata orang akan terlena. Dan apabila tidak terpilih, saling menyalahkan, dan akan merepotkan saya, pak Kapolres maupun pak Dandim," tandas Bupati. (HP/MUN)