Home Internasional Demonstran Hong Kong Pukuli Polisi Saat Berunding

Demonstran Hong Kong Pukuli Polisi Saat Berunding

28
0
SHARE
Demonstran Hong Kong Pukuli Polisi Saat Berunding

Keterangan Gambar : Demonstran Hong Kong Pukuli Polisi Saat Berunding  

Detikone.com -- Dua orang polisi Hong Kong berpakaian bebas dilaporkan dipukuli hingga berdarah oleh para demonstran dalam unjuk rasa pada Minggu (19/1) kemarin. Tindak kekerasan itu terjadi ketika polisi memerintahkan para pengunjuk rasa membubarkan diri.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/1), kedua polisi itu sengaja berpakaian bebas dan ditugaskan untuk berunding dengan para demonstran untuk membubarkan diri. Namun, seketika mereka dihajar menggunakan payung dan batang kayu yang dibawa demonstran.

Keduanya lantas terlihat mengalami luka bocor di kepala, kemudian diselamatkan oleh sejawatnya. Polisi lantas bertindak keras membubarkan massa dengan gas air mata.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara demonstran dan polisi. Aparat berhasil menangkap sejumlah orang.

Polisi ditangkap

Seorang polisi Hong Kong berusia 31 tahun yang sedang tidak bertugas ditangkap ketika ikut serta dalam aksi demonstrasi yang kembali terjadi pada Sabtu pekan lalu. Dia dilaporkan dibekuk bersama tujuh orang lainnya ketika hendak memasang poster di kaki sebuah kembatan.

Polisi itu dibekuk bersama tujuh orang lain berusia antara 14 sampai 61 tahun di Distrik Tuen Mun pada pukul 03.00 waktu setempat. Dia dituduh hendak merusak fasilitas umum.

Ini adalah pertama kalinya seorang polisi ditangkap karena terlibat demo. Sejak Hong Kong bergolak pada Juni 2019, polisi sudah menangkap 6,500 orang yang diduga terlibat aksi unjuk rasa yang berakhir rusuh.

Polisi Hong Kong sampai saat ini sudah membekuk 41 pegawai negeri sipil yang terlibat demonstrasi. Beberapa di antaranya adalah anggota pemadam kebakaran.

Demo yang dipicu rancangan undang-undang ekstradisi yang kini sudah dibatalkan belum berakhir sampai saat ini. Kelompok aktivis Hong Kong pun terbelah menjadi dua. Yakni yang moderat dan mendesak pemerintah China menjamin kebebasan berpendapat dan praktik demokrasi serta kubu radikal yang menuntut kemerdekaan Hong Kong.

Mereka juga terus mendesak supaya Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur serta menuntut penyelidikan dugaan tindakan berlebihan yang dilakukan polisi.  

Sumb: CNN Indonesia