Home Daerah Cegah Covid-19, Masyarakat Muncar Mulai Ubah Gaya Hidup Sehat

Cegah Covid-19, Masyarakat Muncar Mulai Ubah Gaya Hidup Sehat

20
0
SHARE
Cegah Covid-19, Masyarakat Muncar Mulai Ubah Gaya Hidup Sehat

Keterangan Gambar : Cegah Covid-19, ilustrasi

Detikone.com - Selama masa pertambahan sebaran Penyakit Virus Corona (Covid-19), masyarakat di Kabupaten Banyuwangi mulai menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari amankan jarak dari kerumunan sosial, siapkan pencuci tangan di depan rumah hingga rutin meracik rempah-rempah Nusantara untuk diminum agar daya tahan tubuh meningkat.

Kebiasaan gaya hidup tersebut tampak di kawasan Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar Banyuwangi. Salah satunya, Mohamad Rudy Setiawan (29) sejak dua bulan terakhir, rutin mengonsumsi berbagai rempah yang diracik dalam segelas air panas. Kebiasaan minum racikan rempah rutin dia lakukan setiap pagi, siang dan malam hari. Kebiasaan minum rempah-rempah racikan sendiri ini rutin dia posting di media sosial.

Bagaimana cara membuatnya menjadi kenyataan?

"Ya intinya buat menguatkan daya tahan tubuh. Rasanya seger, hangat dan enak di badan. Setiap saya postingan di status WhatsApp, banyak yang tertarik mempercayai," kata Rudi, Kamis (26/3).

Kebiasaan ini sudah ada dia lakukan sebelumnya ada kebijakan sosial menjauhkan dari pemerintah untuk pencegahan Covid-19. Belajar dari perdebatan tentang kesehatan dari desa, dia mencoba mengubah pola konsumsi sehat dan minum rempah-rempah.

"Kebiasaan minum rempah racikan sendiri sudah saya jalani rutin tiga bulan ini. Saya bukan jalani diet lo ya, kalau diet kapan saja bisa berhenti, tetapi jika mengubah gaya hidup ya akan terus dilakukan," ujar pria yang juga ingin melakukan administrasi di sekolah SMP ini tersebut.

Dalam minuman meracik, Rudi memakai beragam mulai dari cengkeh, kayu manis, serai, ketumbar, jahe, kapulaga, lada hitam dan madu.

"Jahenya digeprek dan rempah lainnya dimasukkan ke udara mendidih, kemudian disaring dan ditambahkan madu. Usai diminum efeknya di perut hangat, enak," katanya.

Berbagai rempah yang digunakan hingga cara menyeduh dia didapat dari seorang dokter di YouTube bernama Zaidul Akbar.

"Kalau siang kunir sama serai, secang, tambah jeruk nipis dan garam himalaya. Bila pakai santan, beragam jahe, kunir, dan madu. Semua itu bisa saya temukan dari internet, dari seorang dokter bernama Zaidul Akbar. Dulu berat badanku 85 Kg, sekarang lihat sendiri sampai 75 Kg, "terangnya.

Kebiasaan hidup dengan rutin mengonsumsi rempah juga dilakukan Nailul Muna (28), salah satu warga di Muncar. Nailul dan keluarga rutin mengonsumsi temulawak dan kunir yang dipanen dari kebun belakang rumah sendiri.

"Temulawak sama kunirnya ambil di belakang rumah, teruskan aku rajang tipis untuk dijemur, jadi bisa disimpan dan diseduh setiap saat," katanya.

Kebiasaan ini dia lakukan sejak terakhir, untuk menguatkan daya tahan tubuh.

"Jadi setiap hari aku rebus buat aku minum dan keluarga, biar daya tahan tubuh kuat," katanya.

Khariri (50) warga Muncar lain, juga punya resep untuk meracik rempah-rempah buat memulihkan daya tahan tubuh. Khariri mengolah temu hitam atau temu ireng untuk diambil saripatinya. Caranya, temu hitam yang diambil dari kebun dia parut hingga halus, lalu diperas dengan udara. Dia kemudian mengambil saripati hitam yang mengendap untuk dijemur dan siap diseduh menjadi bubur.

"Ini racikan kuno yang dapat saya bagikan dari warga yang tinggal di pinggiran hutan Alas Purwo. Sudah turun temurun buat meningkatkan kekebalan tubuh," katanya.

"Kalau temu hitam kan dikenal rasanya pahit, tapi kalau sudah diambil saripatinya yang dibeli rasa pahitnya hilang, dan di perut rasanya hangat," katanya.

Hadi (55), warga Muncar lain yang memiliki toko perlengkapan sekolah juga menyediakan fasilitas pencuci tangan wastafel lengkap dengan sabun, di depan toko pertanian. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan keinginan pemerintah untuk menerapkan rongong sebaran Covid-19.

"Jadi membantu mendukung pemerintah untuk mencuci tangan, membuat sebaran Covid-19, buat keluarga dan kita semua," ujar Hadi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga mengimbau masyarakat untuk terus mengonsumsi tanaman obat khas Nusantara. Kemudian simpan stamina tubuh dengan rajin berolahraga, istirahat cukup, makan sayur dan buah.

"Minuman dan makanan berbahan dasar tanaman dapat melindungi daya tahan tubuh. Sudah banyak tanaman herbal yang sudah terbukti bermanfaat bagi tubuh, sekarang istilahnya fitofarmaka. Mari kita manfaatkan," kata Anas saat membeli minuman sari sari Putri Wangi, Rabu (5/3) ).

Pada hari ini, Kamis (26/3) Pemkab Banyuwangi juga menyediakan fasilitas untuk menunjang keselamatan hidup di semua kalangan masyarakat dengan memasang 14 wastafel portabel di berbagai titik, mulai taman hingga pasar.

Anas berharap, semua tempat usaha dapat melakukan hal tersebut. Menyediakan fasilitas cuci tangan yang ditaruh di depan tempat usahanya. Bahkan, saat ini sejumlah kantor pelayanan publik telah menyediakan faslitas ini.

"Saya berharap banyak pihak yang mau menyediakan (sarana cuci tangan) di daerah masing-masing," katanya.

Sumb: Merdeka