Home Ekonomi Bos Garuda Dipecat, Kemenhub Sebut Masih Ada Direktur Lain

Bos Garuda Dipecat, Kemenhub Sebut Masih Ada Direktur Lain

16
0
SHARE
Bos Garuda Dipecat, Kemenhub Sebut Masih Ada Direktur Lain

Keterangan Gambar : Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Detikone.com -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menanggapi keputusan Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Banguningsih Pramesti menyatakan meski pucuk pimpinan diberhentikan, tetapi Garuda Indonesia masih memiliki direktur lainnya.

Menurut Polana, peran Direktur Operasi dan Direktur Teknik dan Layanan tak kalah pentingnya. Ia menyebut dua posisi direktur itu sebagai key person dalam industri penerbangan. Saat ini, Direktur Operasi Garuda Indonesia dijabat oleh Bambang Adisurya Angkasa sementara Direktur Teknik dan Layanan dipegang oleh Iwan Joeniarto.

"Yang penting buat kami key person-nya masih ada seperti yang lama. Jadi yang kami pegang adalah key personnya, yaitu Direktur Operasi dan Direktur Teknik dan Layanan," katanya.

"Pemilik koper tidak declare cargo bea cukai dan tidak sampaikan keterangan lisan bahwa memiliki barang ini," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani.Sebagaimana diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Ari melalui pertimbangan hasil pemeriksaan Komite Audit. Pasalnya, Ari telah menyelundupkan komponen Harley-Davidson bekas.

Polana menambahkan ia belum mendapatkan laporan resmi temuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu. Akan tetapi, ia telah mendengar jika terdapat ketidaksesuaian dalam persetujuan terbang (flight approval).

"Dalam flight approval tidak ada kargo, itu ada kargo," ucapnya.

Temuan itu bermula ketika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan pada pesawat baru Garuda Indonesia, Airbus A330-900 yang mendarat pada 17 November lalu. Dalam pemeriksaan itu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menemukan beberapa koper dan 18 boks warna cokelat di lambung pesawat. Keseluruhan barang tersebut memiliki klaim tas sebagai bagasi penumpang.

Ternyata dalam boks tersebut ditemukan impor komponen motor Harley Davidson bekas dan dua buah Sepeda Brompton yang diduga dilakukan secara ilegal.