Home Internasional Anggota Abu Sayyaf Penculik Nelayan Indonesia Tewas Dalam Serangan Militer Filipina

Anggota Abu Sayyaf Penculik Nelayan Indonesia Tewas Dalam Serangan Militer Filipina

30
0
SHARE
Anggota Abu Sayyaf Penculik Nelayan Indonesia Tewas Dalam Serangan Militer Filipina

Keterangan Gambar : abu sayyaf.

Detikone.com - Pasukan keamanan Filipinan membunuh seorang anggota Abu Sayyaf yang diyakini terlibat dalam penculikan lima nelayan Indonesia di Lahad Datu pekan lalu.

Dalam insiden tersebut, enam pria bersenjata menculik tawanannya dan melarikan diri saat merapat di Pulau Solre, Parang, menuju markas kelompok militan itu di Pulau Jolo, Filipina Selatan.

Menurut sumber-sumber intelijen regional, militer Filipina membentuk barisan di sekitar Jolo menyusul laporan penculikan lima nelayan Indonesia yang berbasis di Sabah dan baku tembak terjadi Sabtu (18/1) malam.

"Mereka melakukan operasi serangan udara menggunakan helikopter MG terhadap kelompok Abu Sayyaf yang diduga di Pulau Solre yang mengakibatkan kematian salah satu gerilyawan," kata sumber itu, dikutip dari laman The Star, Senin (20/1).

Sumber tersebut mengatakan, perahu cepat berwarna abu dan biru serta sebuah ponsel disita.

Pada Kamis (16/1) malam, enam militan dari kelompok penculik yang meminta tebusan yang merupakan jaringan Abu Sayyaf menculik lima nelayan Indonesia dari kapal pukat mereka di perairan paling timur Sabah di lepas pantai Lahad Datu, sekitar 10 menit dari rantai kepulauan Tawi-Tawi, Filipina.

Keenam pria bersenjata itu menculik lima sandera dari delapan awak kapal asal Indonesia dari atas kapal pukat ikan yang terdaftar di Sabah sebelum menuju ke perairan Filipina selatan.

Pasukan keamanan di bawah Komando Keamanan Sabah Timur diinformasikan tentang insiden tersebut oleh nelayan lain pada pukul 13.00 waktu setempat pada Jumat (17/1).

Pasukan segera melakukan operasi dan memberi tahu rekan-rekan Filipina mereka.

Mereka yang diculik adalah kapten kapal pukat, Arsyad Dahlan (41); La Baa (32); Riswanto Hayano (27); Edi Lawalopo (53); dan Syarizal Kastamiran (29).

Semuanya adalah orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan yang berbasis di Sandakan.

Sumber-sumber intelijen regional mengatakan bahwa militer Filipina sedang mengejar jejak orang-orang bersenjata dan para sandera.

Sumb: Merdeka