Home Daerah 5.786 Hektar Kawasan Kendeng Kritis

5.786 Hektar Kawasan Kendeng Kritis

96
0
SHARE
5.786 Hektar Kawasan Kendeng Kritis

Keterangan Gambar : Dok. Istimewa Gus

detikOne.com - Jawa Tengah - Saat ini, lebih dari 50% atau sekitar 5.786 hektar kawasan Kendeng utara di Kabupaten Pati dalam kondisi kritis. Hal ini diakibatkan kerusakan hutan parah, sehingga membutuhkan revitalisasi penanganan yang harus melibatkan Pemerintah Daerah, Provinsi hingga pusat serta seluruh elemen masyarakat.

Dilansir dari pasfmpati.com, kerusakan hutan di kawasan Pegunungan Kendeng sejak beberapa tahun teakhir, mencapai 5.786,5 hektar atau hampir separuh dari luas seluruhnya lebih dari 12.901,5 hektar. Akibat kerusakan itu, banjir bandang sering melanda kawasan di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo.

Untuk itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memang perlu revitalisasi kawasan Pegunungan Kendeng Utara secara bertahap, untuk mengurangi dampak bencana alam seperti banjir.
"Karena di mana-mana terjadi bencana akibat gunung yang gundul. Ini karena kita tidak peduli lagi dengan alam. Maka itu kita harus kembali menjaga ini dengan melibatkan semua pihak. Ini merupakan perintah dari pemerintah dari daerah, provinsi hingga pemerintah pusat sehingga hutan bisa kembali hijau, dan dapat meminimalkan bencana banjir. Kawasan yang kritis dan gundul itu secara perlahan akan ditamani lagi, untuk mencapai tujuan dan visinya menjadikan kawasan Kendeng yang Ijo Royo-Royo dan Makmur," demikian Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah Drs Sudaryanto MSi, saat diwawancara di sela-sela Rapat Persiapan Revitalisasi Kawasan Kendeng, di Hotel New Merdeka, Senin siang (02/12).

Kalakhar BPBD Jawa Tengah Sudaryanto berharap dukungan semua pihak pemerintah kabupaten, masyarakat termasuk peran pers dalam mewujudkan Kawasan Kendeng ke depan bisa menjadi destinasi wisata yang luar biasa. Untuk itu masyarakat harus menerima informasi yang baik dalam mendorong penyelematan alam disamping kesejahteraan dirinya.
"Rencana aksi akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiga kecamatan di kawasan kendeng mulai 9 hingga 11 Desember mendatang. Setelah itu merencanakan kapan akan menanam pepohonan terutama di  lahan-lahan kritis dan lahan Perhutani yang kosong hingga April 2020 saat masih musim hujan. Setelah di lahan-lahan lainnya, tapi yang terpenting masyarakat tetap hidup dan gunungnya tetap ijo royo royo," katanya.

Langkah revitalisasi kawasan kendeng tersebut, merupakan tindak lanjut dari hasil pemantauan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menggunakan helicopter, pada 15 November 2019. Selama pemantauannya, melihat sebagian hutan kawasan pegunungan kendeng kondisinya kritis untuk segera direvitalisasi. (PAS/MUN)