Home Eksistensi Kesenian Barongan Mulai Memudar

Eksistensi Kesenian Barongan Mulai Memudar

743
SHARE

detikOne.com - Jawa Tengah - Eksistensi kesenian lokal barongan kini kian memudar. Pasalnya, kebanyakan para generasi muda tidak tertarik dengan kesenian tersebut. Ditambah, regenerasi tidak dilakukan secara maksimal. Reban (59), Pemilik seni barongan Cipta Budhaya desa Sarirejo kecamatan Pati kota mengatakan bahwa kesenian lokal jangan sampai luntur. Sehingga pihaknya masih melestarikan dengan cara turun-temurun.
"Biasanya kami melakukan pertunjukan ketika ada acara tertentu. Seperti sedekah bumi, acara mantenan, dan biasanya ada orang yang punya nadzar. Kami sudah pernah tampil di berbagai daerah di kabupaten Pati," jelasnya ketika ditemui awak media di kediamannya (12/09) kemarin.

Reban menambahkan, barongan yang dimilikinya tersebut dibuat pada tahun 60an, yakni buatan Almarhum Mulyono. Awalnya, ia sama sekali tidak tertarik dengan kesenian itu, tetapi dirinya di suruh oleh Lurah setempat untuk memainkannya.
"Saya baru suka dengan barongan ini ketika umum 23 tahun. Barongan ini termasuk salah satu barongan yang tua di Pati. Intinya, jangan sampai punah," imbuhnya.

Kebudayaan yang ada di tanah Jawa memang beranekaragam, akan tetapi eksistensinya kian dipertanyakan. Hal itu lantaran pemuda di era millenial kurang tertarik dengan kesenian yang tergolong cukup tua. Sehingga, tidak adanya regenerasi yang jelas, tentunya akan mengancam keberadaan kesenian tersebut. (ANGS/MUN)