Home Daerah Vonis Pemeran Wanita Video Vina Garut Terlalu Rendah, Kejaksaan Akan Ajukan Kasasi

Vonis Pemeran Wanita Video Vina Garut Terlalu Rendah, Kejaksaan Akan Ajukan Kasasi

15
0
SHARE
Vonis Pemeran Wanita Video Vina Garut Terlalu Rendah, Kejaksaan Akan Ajukan Kasasi

Keterangan Gambar : Sidang kasus Vina Garut.  

Detikone.com - Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Garut atas putusannya terhadap terdakwa VA dalam kasus video asusila Vina Garut. Putusan ini sendiri diberikan setelah meminta hukum VA mengajukan banding atas putusan PN Garut terhadap kliennya, VA.

"Putusan PT menguatkan hasil dari soal soal banding banding dari VA," ujar Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Garut, Dapot Dariarma, Rabu (3/6).

Dari putusan PT Bandung itu, pihak Kejaksaan Negeri Garut berencana mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Pengajuan kasasi itu sendiri terkait dengan vonis VA yang terlalu rendah dibandingkan dengan jaksa. Terkait barang bukti telepon pintar milik Raya yang memberikan video asusila.

Untuk diketahui, Pengadilan Negeri Garut, Kamis (2/4) lalu memvonis pemeran utama wanita dalam video asusila 'Vina Garut' yaitu VA dengan hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp1 miliar subsider kurungan 3 tahun penjara. Jaksa meminta VA dengan hukuman 5 tahun dan denda Rp1 miliar.

"Kita akan ajukan pertanyaan soal VA. Ini karena vonis yang diberikan kurang dari 2/3," katanya.

Sementara untuk barang bukti telepon pintar, Kejaksaan akan meminta agar menjadi barang rampasan dimusnahkan. Jika tidak dimusnahkan, dia khawatir disalahgunakan.

"Barang bukti ini jika dilelang dan dimiliki orang lain, isi video di HPnya bisa didistribusikan kembali. Makanya kami kasasi agar bisa dimusnahkan," jelasnya.

Pengacara VA, Asri Vidya Dewi berencana melakukan PK ke Mahkamah Agung setelah pihaknya menerima permohonan putusan.

"Kami akan meminta PK. Tapi nunggu putusan Inkracht," katanya, Rabu (3/6).

Selain itu, kata Asri, pihaknya pun meminta telepon genggam milik kliennya yang disita jaksa agar segera diterima. Permintaan ini sesuai dengannya sesuai dengan putusan dari pengadilan.

Asri mengungkapkan, selain mengajukan PK ke Mahkamah Agung, dia juga berencana mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Konstitusi. Tinjauan yudisial ini terkait dengan pasal 8 undang-undang pornografi.

“Pasal tersebut inskonstitusional. Ulasan Pengadilan ini bukan hanya untuk VA saja, tetapi untuk kepentingan semua perempuan juga. Pasal 8 ini baru hidup hanya di VA saja, "ungkapnya.

Kondisi kliennya saat ini dalam keadaan sehat. Kliennya harus bersiap pindah ke Lapas wanita di Bandung usai petikan putusan dari PT Bandung diterima.

"Harus disiapkan kalau harus pindah ke Lapas di Bandung. Karena masih pandemi makanya masih ditunda untuk pindah," sebutnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Garut, Dapot Dariarma mengungkapkan bahwa permintaan VA terkait telepon milik VA akan diminta jika meminta putusan telah diterima. "Jika HP VA akan dibuka, karena di dalam HPnya tidak ada video asusila. Kami menunggu putusannya dulu," ungkapnya.

Vonis VA

Sebelum, Pengadilan Negeri Garut, Kamis (2/4) lalu membacakan vonis terhadap pemeran utama wanita dalam video asusila 'Vina Garut', VA. Dalam sidang yang digelar konferensi tersebut, majelis hakim memutuskan bahwa VA bersalah.

Dalam pembacaan putusan, majelis hakim memvonis VA dengan hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp 1 miliar subsider kurungan 3 bulan penjara.

"Menyatakan terdakwa menyelesaikan sah dan meyakinkan ikut menjadi objek dalam mendukung yang mengandung pornografi," ucap ketua majelis hakim, Hasanuddin dalam persidangan.

Majelis hakim sendiri yang menyebutkan bahwa Vina terbukti menjadi peserta menjadi objek dalam video bermuatan pornografi. Pasal 8 Undang-undang Pornografi. "Memilih dalam dakwaan alternatif kedua," ungkap Hasanuddin.

Sidang sendiri berlangsung dengan cara telekonferensi, di mana majelis hakim, terdakwa, jaksa penuntut umum dan memenuhi hukum berada di tempat terpisah. Sejak pukul 15.00, sidang pembacaan putusan sudah dimulai.

Majelis hakim membacakan putusan di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Garut, sedangkan jaksa penuntut umum dan terdakwa terdakwa ditempatkan di Kantor Kejaksaan Negeri Garut. Untuk terdakwa VA sendiri berada di rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Garut.

Atas putusan tersebut, penasehat hukum VA banding. Tidak hanya penasehat hukum, jaksa penuntut umum pun banding atas putusan hakim tersebut. Sumb: Merd