Home Kesehatan Kpasiti dan AIMI Ajak Ibu Hindari Pemberian Susu Formula

Kpasiti dan AIMI Ajak Ibu Hindari Pemberian Susu Formula

82
0
SHARE
Kpasiti dan AIMI Ajak Ibu Hindari Pemberian Susu Formula

Keterangan Gambar : Penyampaian materi yang diberikan oleh narasumber dari AIMI Jawa Tengah kepada para peserta AIMI Goes to Comunity di Aula Lantai Tiga RS. Mitra Bangsa Pati, Rabu (22/01).

detikOne.com - Jawa Tengah - Komunitas Peduli Asi Pati (Kpasiti) bersama Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Tengah, ajak ibu untuk menghindari lemberian susu formula kepada anak usia 0 bulan hingga 24 bulan. Saar acara AIMI Goes to Comunity di Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa Pati, Rabu (22/01). Kpasiti juga mengajak masyarakat agar ibu tidak enggan menyusui, sebab pemberian asi sangan penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi anak di usia awal kehidupan.

Pada acara AIMI Goes to Comunity dengan tema Kupas Tuntas Menyusui dan memeras ini, dihadiri Karyawan Mitra Bangsa dan umum. Ada dari IBI, Klinik, dan Konselor Laktasi.

Kepala Divisi Pelayanan Publik AIMI Jawa Tengah (Jateng), Anggrahenny Ciptaning Putri mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu layanan dari AIMI Jateng. Selain kegiatan seperti ini, AIMI juga melakukan penyuluhan di kantor atau AIMI Goes to Office, Posyandu, dan kelas edukasi.
"Untuk AIMI sendiri, karena wilayah kerjanya suporting group. Jadi kami mengajak ibu-ibu yang ada didaerah, untuk menginisiasi sendiri adanya sosialisasi seperti ini yang diselenggarakan diwilayah tertentu. Misal acara di RS. Mitra Bangsa Pati, kami diundang oleh Kpasiti untuk sosialisasi tentang asi. Jadi sistem kerjasama kami menerima masukan dari relawan," bebernya.

Konsumsi asi lanjutnya, sangat penting diberikan pada anak usia 0 bulan sampai 24 bulan. Karena asi merupakan satu-satunya makanan yang baik dan mudah diterima pencernaan bayi. Sebab, asi bisa menyesuaikan kebutuhan nutrisi untuk bayi.
"Misal bayi sedang sakit, asi memiliki banyak kandungan cairan dan vitamin C untuk menambah kekebalan tubuh. Disamping itu, asi praktis karena nempel dibadan ibu," ungkapnya.

Meski demikian, AIMI tidak anti susu formula. AIMI hanya memerangi promosi susu formula yang tidak sesuai. Karena ada susu formula yang boleh dikonsumsi 0 sanpai 6 bulan atau pemberian sample yang tidak diperbolehkan. Padahal bayi usia 0 sampai 6 bulan tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi susu formula, kecuali ada hal yang mendesak untuk pemberian susu formula.
"Karena disuatu sisi, ada bayi yang memang membuthkan susu formula. Dimana untuk membantu ibu yang sedang menderita penyakit menular. Meski demikian, pemberiannya juga hanya sementara," jelasnya.

Harapannya, AIMI bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menyusui. Sebab menyusui juga ada ilmunya sendiri yang perlu diketahui oleh fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, suami dan keluarga.
"Kenyataannya, saat ini kesadaran menyusui semakin menurun. Lantaran pada zaman sekarang ini, menyusui dianggap hal yang tabu ketika dilakukan ditempat umum. Padahal orang terdahulu, memberikan asi kepada anaknya disembarang tempat dan itu lumrah. Perubahan budaya ini lah tugas kami untuk kembali membumikan budaya menyusui," terangnya.

Ketua Kpasiti Afrilia Rini mengaku, materi pada seminar ini sangat penting. Sebab dengan asi, ibu bisa memberikan nutrisi yang lengkap. "Mengenalkan dan menambah pengetahuan mengenai pentingnya asi tanpa menggunakan susu formula," urainya.

Afrilia juga menambahkan, karena Kpasiti baru berdiri pada November 2019. Kegiatan yang bertempat di RS. Mitra Bangsa Pati ini merupakan giat kali pertama. Kpasiti juga akan berikan wadah bagi masyarakat yang ingin memperkaya pengetahuan terkait menyusui lewat group Whats App yang sudah ada. Sampai saat ini ada 28 orang anggota yang terdiri dari masyarakat umum hingga paramedik.
"Kita juga punya group Whats App yang didalamnya juga ada konselor. Ketika ada yang memiliki masalah dengan menyusui bisa tanya dan berbagi informasi disitu," ucapnya.

Direktur RS. Mitra Bangsa Pati, dr. Sugeng Ristanto mengaku senang dengan kegiatan edukasi menyusui yang digelar AIMI dan Kpasiti di RS. Mitra Bangsa. Pihaknya berharap kedepan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini, dan kami akan menunggu kegiatan serupa dikemudian hari," tandasnya. (MUN)