Home Metropolitan Kivlan Zen yang Terbatuk-batuk Saat Bacakan Lembaran Eksepsi

Kivlan Zen yang Terbatuk-batuk Saat Bacakan Lembaran Eksepsi

25
0
SHARE
Kivlan Zen yang Terbatuk-batuk Saat Bacakan Lembaran Eksepsi

Keterangan Gambar : Kivlan Zen Jalani Sidang Eksepsi.

Detikone.com - Persidangan terdakwa kasus kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen dihentikan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang yang dipimpin Hakim Saifudin Zuhri itu terpaksa dihentikan lantaran kondisi purnawirawan TNI itu kurang sehat.

Hakim Saifudin Zuhri pun kembali mengetuk palu sidang untuk menunda eksepsi Kivlan Zen yang sedang berjalan. Sebab, Kivlan mengaku tak kuat lagi membacakan nota pembelaannya akibat serangan batuk.

"Uhuk uhuk uhuk, Yang Mulia mohon izin saya sudah tidak kuat lagi uhuk," kata Kivlan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Saat memulai persidangan, Kivlan memang sudah meminta izin kepada majelis hakim untuk diizinkan menghentikan membacakan nota pembelaan jika kondisinya sudah tidak mendukung.

Permintaan itu diberikan majelis hakim setelah melihat usia Kivlan yang sudah renta dan kerap berobat ke RSPAD Gatot Soebroto untuk kontrol rutin tiap minggunya.

Kivlan pun diketahui sudah diputuskan menjadi sebagai tahanan rumah dikarenakan kondisinya tak memungkinkan ditahan di dalam penjara.

"Apa sudah tak bisa lagi dilanjutkan? Baik lah kalau tidak bisa kami tunda eksepsi ya ke minggu depan," kata Hakim Saifudin sambil mengetuk palu sidang.

Seharusnya, Kivlan membacakan nota pembelaan setebal 22 lembar. Namun dikarekan kondisi kesehatannya dirinya hanya membacakan 15 lembar saja.

Anggap Kasus Direkayasa, Kivlan Minta Wiranto dan Tito Dihadirkan ke Sidang

Kivlan sebelumnya memutuskan membaca sendiri nota keberatan atau eksepsinya. Kivlan membela diri, menegaskan ada rekayasa kasus kepada dirinya dilakukan oleh kelompok tertentu.

"Dari pernyataan awal, saya dituduh dalang 21-22 Mei dan pembunuhan penembakan 9 orang tapi dakwaan saya dituduh kepemilikan senjata dan terlibat mengadakan persenjataan dengan menyuruh Iwan, ini sudah diubah perubahan ini artinya ada tanggung jawab Tito Karnavian, Wiranto yang menuduh saya dalang," kata Kivlan di PN Jakarta Pusat, Selasa (14/1).

Kivlan menilai yang terjadi saat demonstrasi 21-22 Mei 2019 dan adanya korban jiwa diduga dibunuh oleh oknum bukanlah suruhannya. Namun, pernyataan Wiranto saat itu sebagai Menko Polhukam dan Tito Karnavian saat itu menjabat Kapolri memviralkan hal itu dan mengumumkan bahwa dirinya adalah dalang.

Karenanya, Kivlan mengaku heran mengapa dalam persidangannya hal tersebut tidak ada dan berubah menjadi kepemilikan senjata ilegal dan penyokong pendanaannya.

"Saya dituntut bukan dalang, malah dibilang memiliki dan menyuruh beli senjata tapi nyatanya saksi menyatakan saya tidak ada suruh beli senjata dan saya berikan uang bukan buat beli senjata tapi untuk demo 12 Maret (Supersemar)," jelas Kivlan.

Karenanya, Kivlan meminta seluruh pihak yang menudingnya bisa turut dihadirkan oleh majelis hakim agar dapat membuktikan klaim tuduhan terhadap dirinya adalah tidak benar.

"Semua rekayasa, saya minta Wiranto dan Tito dihadirkan, saya menuntut keadilan! Ini rekayasa, saya minta mereka hadir," tegas Kivlan.

Sumb: Merdeka