Home Politik DPRD Diminta Uji Publik Kandidat Cawagub DKI Sebelum Pemilihan Digelar

DPRD Diminta Uji Publik Kandidat Cawagub DKI Sebelum Pemilihan Digelar

27
0
SHARE
DPRD Diminta Uji Publik Kandidat Cawagub DKI Sebelum Pemilihan Digelar

Keterangan Gambar : Cawagub DKI, ilustrasi

Detikone.com - DPRD DKI sudah membahas tata tertib pemilihan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Pemilihan cawagub DKI dilakukan secara tertutup oleh anggota DPRD dengan menuliskan nama cawagub di selembar kertas.

Sebelum proses itu resmi berjalan, pengamat politik Ubedilah Badrun menyarankan agar DPRD DKI Jakarta melakukan uji publik sebagai bentuk dari penerjemahan pemilihan secara langsung.

"Uji publik itu lebih luas dari fit dan proper tes. Misalnya selain dengar gagasan dari cawagub tetapi kita juga pengen menguji integritas cawagub," kata Ubaid saat diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2).

Dia menjelaskan, integritas yang dimaksud yakni masing-masing cawagub tidak memiliki rekam jejak yang buruk di mata masyarakat. Misalnya,tidak terlibat dalam tindak kejahatan ataupun korupsi.

"DPRD tinggal buat aspirasi online, lalu masyarakat bisa memberikan bukti itu kepada DPRD misal si A bermasalah," ucapnya.

Partai Gerindra Butuh 3 Dukungan Partai Besar

Ubedilah menambahkan, Partai Gerindra harus mendapatkan dukungan tiga fraksi besar di DPRD DKI bila ingin memenangkan Ahmad Riza Patria sebagai wakil gubernur.

Jumlah kursi Partai Gerindra di DPRD DKI yakni 19 kursi dan menduduki jumlah terbesar kedua setelah PDI Perjuangan dengan 25 kursi.

"PDI-P 25 +19 (kursi Gerindra) belum cukup memenangkan pemilihan. Jadi kira-kira butuh tiga partai besar di DPRD untuk memenangkan kontestasi," kata Ubedilah.

Dia menduga suara anggota DPRD DKI akan terpecah saat pemilihan nanti. Sebab kedua cawagub yakni Riza Patria dan Nurmansjah Lubis memiliki potensi yang sama besar.

"Ada kecenderungan terbelah menjadi dua kekuatan besar karena kekuatan Ariza cukup tinggi, potensi Bang Anca cukup tinggi," ucapnya.

Sementara itu, Ubed juga menilai Fraksi PKS harus memerlukan perjuangan untuk menaklukkan sejumlah fraksi di DPRD. Seperti halnya Demokrat, PSI, PAN hingga PKB.

"Jadi kalau bisa menangkap lima partai itu mungkin di antara dua calon itu yang akan menang. Kalau misalnya asumsi kan Gerindra berkongsi dengan PDIP," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan pimpinan DPRD sepakat memilih calon wakil gubernur (cawagub) DKI secara tertutup. Kesepakatan ini diambil berdasarkan hasil tata tertib cawagub periode DPRD sebelumnya.

"Kita dalam draf yang lama itu tertutup. Saya dan kawan-kawan ada yang minta terbuka," kata Taufik di gedung DPRD usai menjalani rapat pimpinan gabungan (rapimgab), Selasa (18/2/2020).

Namun, pemilihan tertutup bukan dimaknai proses pemilihan cawagub tidak terbuka untuk publik. Tertutup yang dimaksud Taufik adalah bahwa seluruh anggota DPRD menulis nama cawagub untuk kemudian dimasukan ke dalam kotak.

Proses penulisan nama tersebut, dipastikan Taufik, tetap terbuka untuk publik. Sehingga menurutnya, azas transparansi tetap dijunjung legislatif.

"Ya pemilihannya boleh dilihat. Yang dimaksud tertutup itu adalah pemilihannya dengan menuliskan di atas kertas, dimasukin ke kotak, begitu. Kalau terbuka kan misalkan siapa yang milih Riza, berdiri, begitu. Kan itu lebih transparan jadinya," ujar politikus Gerindra tersebut.

Sumb: Merdeka