Home Kesehatan Cegah Anggota Tertular Corona, Polri Siapkan Layanan Virtual saat New Normal

Cegah Anggota Tertular Corona, Polri Siapkan Layanan Virtual saat New Normal

16
0
SHARE
Cegah Anggota Tertular Corona, Polri Siapkan Layanan Virtual saat New Normal

Keterangan Gambar : Brigjen (Pol) Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi,

Detikone.com - Polri kini sedang menyiapkan layanan berbasis online menyambut The New Normal. Nantinya, pemantauan di lapangan akan dilakukan secara virtual berbasis sistem internet.

Demikian disampaikan Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Chryshnanda Dwilaksana pada diskusi online Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (27/5).

"Saat ini, Kita dalam menyambut new normal, tidak hanya sebatas kepada sistem yang aktual tetapi juga layanan secara virtual berbasis sistem internet of thing untuk mengamati, memantau kejadian di lapangan," jelasnya.

Tujuan dari menyiapkan sistem berbasis online, lanjut Chryshnanda, adalah sebagai usaha untuk kepolisian menerapkan dan beradaptasi dengan sistem berbasis online maupun elektronik, termasuk sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Menurutnya, langkah kepolisian beralih ke dalam sistem online, karena kerawanan polisi yang bertugas langsung di lapangan dapat terpapar virus corona.

"Sehingga ke depan di new normal nanti, kita siap untuk melakukan kehidupan dari balik layar, kepolisian menyiapkan pelayanan virtual mencakup keselamatan, keamanan, informasi, administrasi, hukum dan kemanusiaan," katanya.

605 Kendaraan Ditindak Selama Operasi Ketupat 2020

Sementara itu, sebanyak 605 kendaraan ditindak Polri selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 dan penerapan aturan 'Dilarang Mudik.'

"Kita melihat ada kendaraan yang diamankan, orang sudah dilarang mudik tetapi juga masih melakukan, ini sebenarnya hal yang memalukan, tidak layak untuk disampaikan. Karena itu mari kita evaluasi," kata Chrysnanda.

Pada penjelasannya, total 605 kendaraan yang digunakan terbagi menjadi beberapa kategori yaitu, 593 kendaraan travel gelap, 8 kendaraan angkutan barang, dan 4 bus.

Secara rinci pengamanan kendaraan itu terdapat di Polda Metro Jaya yang mengamankan 417 travel gelap, Polda Jawa Barat sebanyak 181 kendaraan terdiri dari 175 travel gelap dan 6 angkutan barang, dan Polda Banten 1 travel gelap dan 1 angkutan barang.

Selanjutnya, Polda Jawa Timur mengamankan total 4 kendaraan terbagi 1 angkutan barang dan 3 bus, sedangkan untuk Polda Lampung mengamankan 1 bus.

Selain mengamankan 605 kendaraan, Chryshnanda mengatakan selama 32 hari pelaksanaan operasi ketupat, polisi sudah memutar balikan 82.604 kendaraan bermotor pemudik.

Secara rinci angka tersebut cenderung menurun sejak awal operasi ketupat, yakni 24-30 April ada 18.654 kendaraan yang diputar balik, menurun menjadi 15.416 kendaraan di tanggal 1 hingga 7 Mei, dan terus menurun hingga hari ke-32, hingga hanya 4.149 kendaraan yang diputar balik.

116 Pos Penyekatan

Sementara itu, Chryshnanda juga mengatakan polisi telah membuat 116 pos penyekatan di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dalam rangka mengantisipasi arus balik usai Hari Raya Idul Fitri termasuk pemudik yang balik ke kota.

Penyekatan itu tersebar di sejumlah Provinsi seperti Jawa Timur sebanyak 32 titik, Jawa Tengah 16 titik, Jawa Barat 20 titik, DKI Jakarta 18 titik, Banten 15 titik, dan Lampung 45 titik.

"Ada di titik jalur utama, dan ini tidak sebatas sebatas ada di jalan tol, tetap ada juga di jalur-jalur arteri masing-masing kota pun dilakukan," katanya.

Dia pun tidak menampik jika masyarakat kerap kali berhasil lolos dari penjagaan yang telah dilakukan oleh polisi.

"Kita memang ada satu amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka saya kadang-kadang heran orang yang bisa melanggar bisa kucing-kucingan malah di pamer-pamerkan, ini seharusnya menjadi salah satu hal yang harus kita perbaiki secara bersama," imbau Chryshnanda.

Dia juga menjelaskan bahwa tindakan penyekatan ini merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19. Oleh sebab itu, dia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi dan jangan mencoba cari-cari alasan untuk memaksakan kembali ke kota.

Sumb: Merdeka