Malaysia Hentikan Kegiatan Impor dari Korut

By Agus 13 Okt 2017, 21:22:10 WIBInternasional

Malaysia Hentikan Kegiatan Impor dari Korut

Berita Populer

Berita Terkait

 

Detikone.com, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia dilaporkan telah menghentikan semua kegiatan impor dari Korea Utara (Korut). Hal itu dilakukan Malaysia sebagai bagian dari upaya global memangkas dana Pyongyang untuk program nuklir dan rudalnya.

Malaysia telah menjadi sumber pendapatan utama Korut. Negeri Jiran ini diketahui telah menjadi salah satu dari sedikit negara yang meningkatkan nilai impornya dari Korut dalam beberapa tahun terakhir. Yakni dari hanya 1.183 ringgit (311 dolar AS) pada 2012 menjadi 8,3 juta ringgit atau sekitar 35 juta dolar AS pada 2016.

Sebuah data menunjukkan Malaysia telah membeli batu bara senilai 3,4 juta dolar AS dan 16,6 juta dolar AS produk tar batu bara Korut pada Maret lalu. Ini merupakan kali pertama Malaysia membeli batu bara dari Korut setidaknya sejak 2012.

Selain batu bara, yang memang menjadi komoditas utama Korut, Malaysia juga mengimpor barang-barang lainnya dari negara tersebut. Antara lain hasil laut, peralatan medis, alat pemadam kebakaran, mie instan, dan lainnya.

Keakraban Kuala Lumpur dengan Pyongyang tidak hanya terjalin dalam bidang ekonomi. Kedua negara juga diketahui menerapkan perjalanan bebas visa bagi masing-masing warga negaranya. Tak hanya itu, Malaysia pun menampung cukup banyak pekerja asing dari Korut.

Kendati demikian, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Malaysia belum memberikan keterangan resmi atau komentar perihal penghentian kegiatan impor dari Korut.

Sejak bulan lalu, keakraban Malaysia dengan Korut mulai merenggang, tepat

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pati Periode 2017 - 2022
  Haryanto - Saiful Arifin
  Sudewa - Budiyono

Komentar Terakhir