261view

Jelang Akhir Tahun OPD Diharap Sisir Program yang Belum Terakomodir

detikOne.com – Jawa Tengah – Saat acara silaturahmi antar pejabat dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Senin (16/09) malam di Rumah Dinas Sekda Pati. Bupati Pati haryanto ingatkan agar Organisasi Perangkat Daerah bisa segera melakukan penyisiran program yang belum terakomodir tahun ini. Hal ini bertujuan agar program yang belum terlaksana bisa segera direalisasikan sebelum pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 dan kegiatan lain yang akan berlangsung diakhir tahun 2019.

Pada acara yang juga dihadiri Sekda, Kepala OPD, camat, Kabag di Setda serta Direktur Bank Jateng, Bupati Pati Haryanto juga ingatkan agar OPD yang mendapatkan program-program kurang 3 bulan ini bisa terserap seluruhnya.
"Tujuan kita adalah untuk memaksimalkan program yang kemarin tidak terakomodir, sebentar lagi kita bahas APBD 2020, LKPJ, Pilkades dan banyak lagi," tutur Bupati.

Pada acara rutin untuk keakraban para pejabat Pemkab Pati ini, Bupati mengungkapkan, tanpa terasa masa tugasnya tinggal tiga tahun lagi. Ia pun mengajak seluruh jajarannya untuk menjaga kekompakan untuk kemajuan Kabupaten Pati.
"Mudah-mudahan kekompakan ini harus dijaga karena kabupaten Pati tergolong di daerah tetangga termasuk kita tetep kondusif satu dengan yang lain saling mengingatkan," ujar Haryanto.

Acara ini juga bertujuan untuk mengingatkan jajarannya mengenai PP 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS.
"Disitu diatur dalam 5 tahun (pejabat.red) harus ada asesmen atau penilaian. Kita nanti ada asesmen itu wajib, sedangkan hasil-hasil asesmen nanti itu untuk pertimbangan penerbitan surat keputusan lagi. Sehingga tidak ilegal karena untuk memenuhi mekanisme kepegawaian agar tidak salah menerima tunjangan maupun TPP atau hak-hak lain," tegas Bupati.

Sementara itu Sekda Pati Suharyono mengungkapkan bahwa seluruh ASN di Kabupaten Pati mulai bulan November harus memakai pakaian adat Pati. Dimana untuk staf diberi waktu satu bulan untuk menyiapkan pakaian adat Pati.
"Kenapa dibedakan karena semua pejabat struktural sudah punya semua sedangkan yang staf belum memiliki. Ini harus dilaksanakan karena melaksanakan instruksi Gubernur harus memakai pakaian adat Jawa Tengah," tegas Suharyono.

Untuk itu sampai pembuatan Perpub, Sekda meminta masukan dari Kepala OPD, terkait pemakaian adat untuk ASN di lapangan seperti tenaga medis dan pengawas lapangan.
"Masa mengawasi proyek pakai baju adat Pati, jadi saya mohon masukan dari teman-teman supaya untuk pembuatan Perpub ini bisa sempurna dan untuk THL sifatnya himbauan begitu juga pegawai Bank Jateng juga bisa menyesuaikan," pinta Suharyono.

Rencananya pemakaian pakaian adat Pati setiap satu bulan sekali pada hari Jumat minggu pertama. (HP/MUN)


  • 1. Suasana acara silaturahmi antar pejabat, Senin (16/09) malam. (Dok. Humas Pemkab Pati)

    Suasana acara silaturahmi antar pejabat, Senin (16/09) malam. (Dok. Humas Pemkab Pati)


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook